Beginilah Para Sahabat Memandikan Jenazah Rasulullah SAW


Minggu, 11 Februari 2018 - 09.26 WIB

Bagikan:
Diriwayatkan oleh Aisyah, ia berkata, " Saat orang-orang hendak memandikan jenazah Nabi, mereka berkata, 'Demi Allah, kami tidak tahu apakah kami melepaskan pakaian Rasulullah seperti mayit-mayit sebelumnya, ataukah kita mandikan beliau dengan pakaian tetap menempel di tubuh beliau?'

Saat mereka berselisih pendapat, Allah menurunkan kantuk kepada mereka, hingga dagu mereka semua menempel di dada. Setelah itu ada yang berbicara di sisi rumah tanpa diketahui siapa dia, 'Mandikan Nabi dengan pakaian tetap menempel di tubuhnya."

Mereka kemudian menghampiri jenazah Nabi lalu memandiaknnya dengan pakaian tetap menempel di tubuh beliau. Mereka menuangkan air di gamis beliau, sambil menekan-nekan tanpa menyentuh kulit beliau.

Aisyah berkata, "Andai aku mengetahui sejak dulu dan bukan baru-baru ini. Tentu tidak ada yang memandikan jenazah beliau selain istri-istri beliau." Nabi dikafani dengan tiga helai kain putih buatan Sahul.

Ahlul ilmi sepakat, beliau meninggal dunia dalam usia 63 tahun. Selama 40 tahun beliau habiskan sebelum kenabian, 13 tahun di Makkah bersama turunnya kenabian, dan 10 tahun di Madinah setelah hijrah.

Beliau meninggal dunia pada bulan Rabi'ul Awal tahun 11 Hijriah tanpa meninggalkan satu pun dinar, dirham, budak lelaki, budak permpuan, atau apapun. Selain bighal putih yang bias abeliau tunggangi, pedang dan sebidang tanah yang beliau berikan kepada ibnu sabil sebagai sedekah. []

Sumber: Biografi 35 Shahababiyah Nabi/ Penulis: Syaikh Mahmud al-Mishri/ Penerbit: Ummul Qura,2014 
Bagikan:
KOMENTAR