Mengenal Lebih Dekat, Siapa Nabi Syits


Kamis, 18 Januari 2018 - 10.18 WIB

Bagikan:
 Setelah peristiwa pembunuhan Habil yang dilakukan Qabil, Nabi Adam as dirundung duka. Nabi Adam sangat sedih karena kehilangan Habil yang baik. Allah SWT tidak membiarkan kesedihan Nabi Adam berlarut-larut. Allah mengaruniakan seorang anak yang saleh bernama Syits.

Nabi Syits, lahir tunggal karena, seluruh putra Nabi Adam terlahir kembar. Beliau memiliki wajah yang mirip dengan nabi Adam. Oleh Allah SWT, Syits diangkat menjadi nabi karena mempunyai kebijaksanaan terhebat dalam sepanjang masa.

Nabi Syits hidup sekitar tahun 3630 sampai 2718 sebelum masehi, berbeda dengan manusia saat ini yang berumur paling lama 100 tahunan, nabi syits hidup sekitar 912 tahun, meninggal pada usia 1042 tahun. Istri Nabi Syits bernama Azura (hazurah), dari pernikahannya dengan Azura pada usia ke 105 tahun, lahirlah seorang anak bernama enos. Ia juga merupakan guru Nabi Idris yang pertama kali mengajarkan membaca dan menulis, ilmu falak, menjinakkan kuda dan lain-lain

Sebelum meninggal, Nabi Adam telah berwasiat kepada Syits untuk menjalankan perintah Allah setelah Nabi Adam meninggal.

Wasiat Nabi Adam di antaranya:

yang pertama, Janganlah kamu merasa tenang dan aman hidup di dunia. Karena aku merasa tenang hidup di surga yang bersifat abadi, ternyata aku dikeluarkan oleh Allah daripadanya.

yang kedua, Janganlah kamu bertindak menurut kemauan hawa istri-istri kamu. Karena aku bertindak menurut kesenangan hawa istriku, sehingga aku memakan pohon terlarang, lalu aku menjadi menyesal.

yang ketiga, Setiap perbuatan yang kamu lakukan, renungkan terlebih dahulu akibat yang akan ditimbulkan. Seandainya aku merenungkan akibat suatu perkara, tentu aku tidak tertimpa musibah seperti ini.

yang keempat, Ketika hati kamu merasakan kegamangan akan sesuatu, maka tinggalkanlah ia. Karena ketika aku hendak makan syajarah, hatiku merasa gamang, tetapi aku tidak menghiraukannya, sehingga aku benar-benar menemui penyesalan.

Yang kelima, Bermusyawarahlah mengenai suatu perkara, karena seandainya aku bermusyawarah dengan para malaikat, tentu aku tidak akan tertimpa musibah.

Allah menurunkan suhuf atau lembaran-lembaran yang berisi panduan dan ajaran-ajaran agama yang sesuai dengan keperluan zaman tersebut.

Abu Dzar Al-Ghifari mengisahkan Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bahwa Allah menurunkan seratus empat suhuf dan lima puluh suhuf di antaranya diturunkan kepada Nabi Syits ‘alaihi sallam.

Nabi Syits melaksanakan perintah Allah SWT. Ia mengatur masyarakat sehingga mereka berada di jalan yang lurus. Nabi Syits menegakkan kebenaran dan keadilan tanpa pandang bulu. Ia juga tidak berbuat zalim. []

Sumber: Kisah 25 Nabi dan Rasul dilengkapi Kisah Sahabat, Tabiin, Hikmah Islam, Rasulullah, wanita shalihah/ kajian Islam 2

Bagikan:
KOMENTAR